Bismillah..
Salam..
Today I would like to write and share about something related to customer-service. I just wanted to voice out how poor, bad and terrible the person at the front desk was during my pre-employment medical check-up last week. Attitude towards patients, be it they are Malaysians, foreign workers, refugees from UNHCR, expatriate Bangladeshi workers, students, or a family, all should be the same owkay. There shouldn’t be any discrimination in providing medical services. Don’t these people, the patients deserve a good and polite treats? Why must you as a receptionist or attendant treated them inhumanly? Luckily with your own people, your own citizens you don’t do that or else, I will straight away see your manager..I thought this situation can only be seen in government hospital/clinics, well surprisingly nowadays, in private clinic also having the same problem. Well yeah I’m not saying all ok. We’re muslims, we are taught about justice and humanity, right? Don’t you, not-so-young lady ever know about it? Or it just stored in your head temporarily and have already been removed? The way you treated the patients was clearly different when it comes to the expatriate workers turn. Hellooooo, Malaysia relies heavily on those foreign workers for menial jobs ohkay! We should be thankful to them, at least. These foreign workers came to Malaysia to do a so called "D" jobs that Malaysians usually don’t want because of dirty, dangerous and diffficult. Hey they might be more educated and intelligent than you are owkay! It’s just that at the moment they don’t have a good oppurtunity and chances in their own country so they came here to work for the sake of their family. Right now, they are in Malaysia, not a country of theirs, so they are afraid to speak out. And you, if you or your own children or any of your family members being abroad get treated like them would you be happy and contented?? huh? How would you feel if you are in their shoes?? Think people! Don’t be selfish. Don’t ever under-estimate other peole easily. They have feelings too. I wont say right here how badly actually you treated them. It’ll just make me more angry and sakit hati. Dalam Islam, setiap manusia adalah sama. Dan Allah memberi petunjuk dan rahmat kepada siapa pun yang Dia kehendaki. Ayat 1-15 dari surah ‘Abasa telah mendatangkan kegembiraan yang luar biasa bagi kaum mukminin di zaman Rasulullah s.a.w. Kerana sebuah prinsip penting bagi kehidupan sosial yang islami yelah dipancangkan. Semua manusia memiliki kedudukan yang setara. Tidak boleh seorang pun yang diistimewakan kerana golongan, suku, keturunan atau kekayaannya. Islam mengangkat darjat orang yang lemah, para budak dan hamba sahaya. Sebab itulah pada zaman Rasulullah s.a.w tika turunnya ayat-ayat ini, mereka pun berbondong-bondong memeluk agama Islam. Ayat-ayat itu adalah,
"Dia (Muhammad) berwajah masam dan berpaling, kerana seorang buta telah datang kepadanya (Abdullah ibnu Ummi Maktum). Dan tahukah engkau (Muhammad) barangkali dia ingin mensucikan dirinya (dari dosa), atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, yang memberi manfaat kepadanya? Adapun orang yang merasa dirinya serbacukup (pembesar-pembesar Quraisy), maka engkau (muhammad) memberi perhatian kepadanya, padahal tidak ada (cela) atasmu kalau dia tidak mensucikan diri (beriman). Dan adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapatkan pengajaran), sedang dia takut (kepada Allah), engkau (Muhammad) malah mengabaikannya. Sekai-kali jangan (begitu)! Sungguh, (ajaran-ajaran Allah) itu suatu peringatan, maka barangsiapa menghendaki, tentulah dia akan memperhatikannya, di dalam kitab-kitab yang dimuliakan (di sisi Allah), yang ditinggikan (dan) disucikan, di tangan para utusan (malaikat)."
(’Abasa 80: 1-15)
fikir-fikirlah
